Mari kita bayangkan bersama, jika dalam suatu kondisi ada seseorang yang dikenal buta aksara lalu ia hidup di tengah-tengah masyarakat yang memiliki kualitas mumpuni dalam segmen literasi sastra. Kemudian, orang yang buta aksara ini menyampaikan pesan-pesan indah sampai melahirkan ketakjuban bagi mereka yang pandai menggubah syair.
Demikianlah realita saat Al-Qur’an diturunkan. Maka tak mengherankan jika Al-Qur’an merekam ejekan-ejekan orang-orang kafir di Mekkah terhadap Nabi Muhammad SAW. Dikatakan oleh mereka bahwa ayat-ayat yang disampaikan Nabi SAW adalah sihir ataupun cerita masa lalu.
Sehingga Al-Qur’an menurunkan ayat-ayat yang menantang mereka untuk membuat ayat ataupun surah yang kualitasnya setara dengan Al-Qur’an. Sudah barang tentu, tidak ada satupun dari mereka yang sanggup melakukannya; sekalipun mereka sudah bekerjasama dan mengumpulkan talenta-talenta terbaiknya. Mari kita baca bersama beberapa ayat-ayat tantangan tersebut;
Tantangan Membuat Satu Kitab Utuh
قُلْ لَّىِٕنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا
Katakanlah, “Sungguh, jika manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang serupa dengan Al-Qur’an ini, mereka tidak akan dapat mendatangkan yang serupa dengannya, sekalipun mereka membantu satu sama lainnya.” (QS. Al-Isra’:
Quraish Shihab memaparkan dalam Tafsir al-Misbah, dalam hal ini yang tidak mampu ditiru oleh kaum musyrikin adalah keseluruhan dari Al-Qur’an. Termasuk dari sisi redaksi dan keindahan gaya bahasa.
Beliau memaparkan satu perumpamaan; sebaimana seorang pembicara yang mempunyai kekhasan tersendiri hingga tidak dapat ditiru oleh pembicara lain. Demikian pula jika seorang penjahit diberikan bahan yang sama dan contoh model yang sama, pasti antara satu dan lainnya ada yang hasilnya lebih nyaman kita pakai.
Tantangan Membuat Sepuluh Surah
Dalam pembahasan ini, seolah ada pesan tersirat yang disampaikan: “Baiklah, jika satu kitab utuh tak mampu kamu buat, buatlah saja sepuluh surah yang kualitasnya sepadan” tergambar dalam QS. Hud: 13
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۗقُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ مُفْتَرَيٰتٍ وَّادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Dia (Nabi Muhammad) telah membuat-buat (Al-Qur’an) itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian,) datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur’an) yang dibuat-buat dan ajaklah siapa saja yang kamu sanggup (mengundangnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”
Penjelasan dalam kitab tafsir yang sama, bahwa ayat ini memberikan penekanan atas perilaku kamu musyrik yang menuduh Nabi SAW mengada-ada. Sehingga turunlah tantangan ini. Jika benar risalah in imengada-ada, maka buatlah sepuluh surah yang dibuat-buat ini. Bahkan tantangan Al-Qur’an, jika tak mampu membuat sendiri, ajaklah siapapun yang kamu anggap sanggup.
Pada ayat ini memiliki ciri unik dengan kata مفتريات yang artinya mengada-ada. Ini tidak didapati pada ayat lain yang mengandung tantangan bagi pengingkar Al-Qur’an. Hal ini disebabkan bahwa Al-Qur’an memang diturunkan dengan ilmu Allah SWT. Di mana tidak akan ada seorang pun manusia yang sanggup menandingi-Nya.
Tantangan Membuat Satu Surah
Setelah ditantang membuat satu kitab utuh, tidak sanggup. Lalu dikecilkan menjadi sepuluh surah, juga tak mampu. Maka tantangannya dipersempit dengan hanya membuat satu surah saja. Terekam jelas Firman Allah SWT dalam QS. Yunus: 38
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۗ قُلْ فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّثْلِهٖ وَادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Bahkan, apakah (pantas) mereka mengatakan, “Dia (Nabi Muhammad) telah membuat-buat (Al-Qur’an) itu.”? Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Kalau demikian,) buatlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah siapa yang dapat kamu (ajak) selain Allah (untuk menolongmu), jika kamu orang-orang yang benar.”
Ada keterkaitan antara ayat-ayat yang berisi tantangan Al-Qur’an bagi mereka yang mengingkarinya. Dijelaskan oleh Thabathaba’i bahwa pada QS. Yunus: 38 ditujukan untuk mendatangkan satu surah sempurna. Selain mengandung keindahan dan ketelitian hasil dari tantangan ini juga mesti mengandung kedalaman makna dan nilai-nilai luhur.
Ayat-ayat tantangan ini senantiasa menggunakan kata من مثله dengan tujuan dan penegasan bahwa mereka membuat yang serupa saja tidak akan mampu. Apalagi membuat yang lebih baik. Juga, pendahuluan dengan kata “jika kamu ragu” pada ayat-ayat demikian ini mempertegas bahwa tantangan ini ditujukan untuk mereka yang meragukan. Orang yang beriman tidak terkena tantangan ini, melainkan Al-Qur’an ini menjadi bukti kebenaran. Wallahu A’lam
Rizki Prayogo, SQ., M.Ag, Pendiri Antassalam Institute dan Ustadz di Cariustadz
Tertarik mengundang ustadz Rizki Prayogo, SQ., M.Ag? Silahkan klik disini